Laporan Praktikum Pemuliaan Tanaman Tentang Penyandraan Tanaman

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
   Proses klasifikasi makhluk hidup melalui serangkaian tahapan, tahap yang pertama adalah penyandraan. Penyandraan merupakan proses identifikasi mahkluk hidup satu dengan makhluk yang lainnya. Tanaman adalah salah satu mahkluk hidup yang dapat dicandra, tetapi dalam melakukan penyandraan tanaman hanya melakukan deskripsi morfologi tanaman pada bagian luar saja. Bentuk morfologi tanaman berupa tanda atau ciri-ciri yang ada pada tanaman tersebut. Penyandraan dilakukan untuk mengamati bentuk morfologi, anatomi, fisiologi dan tingkah laku mahkluk hidup.
    Penyandraan tanaman merupakan suatu teknik penggambaran sifat-sifat tanaman dalam tulisan verbal yang dapat dilengkapi dengan gambar, data penyebaran, habitat, asal-usul, dan manfaat dari golongan tanaman yang dimaksud. Pencandraan secara visual dengan melakukan evaluasi terhadap penampilan fenotipik tanaman pada lingkungan tertentu, dengan faktor penilaian berupa sifat-sifat agronomi, morfologi, serta kenampakan atau sifat lain yang menjadi pembeda antara suatu varietas dengan varietas lainnya. Morfologi tanaman tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tanaman saja, tetapi juga untuk menentukan fungsi dari masing-masing bagian dalam kehidupan tanaman. Tanaman memiliki dua tipe, yaitu tipe menjalar dan tipe tegak. Perbedaan itu juga akan membedakan bentuk morfologinya. Penyandraan tanaman ini akan meliputi bentuk umum tanaman, batang, akar, daun, buah, serta biji.
    Manfaat penyandraan tanaman dalam pemuliaan tanaman antara lain untuk melakukan seleksi dalam kegiatan pemuliaan tanaman, untuk menunjukkan adanya variabilitas pada tanaman dan untuk membedakankeragaman yang ada pada tingkat spesies. Penyandraan tanaman juga bermanfaat sebagai langkah dalam pengamatan dan identifikasi plasma nutfah dengan berbagai sifat penting. Penyandraan secara visual dengan melakukan evaluasi terhadap penampilan fenotipik tanaman pada lingkungan tertentu, dengan faktor penilaian berupa sifat-sifat agronomi, morfologi, serta kenampakan atau sifat lain yang menjadi pembeda antara suatu varietas dengan varietas lainnya.

1.2. Tujuan Praktikum
    Praktikum Pemuliaan Tanaman  Penyandraan Tanaman ini bertujuan agar dapat menggambarkan bentuk morfologi suatu ras tanaman.

II. TINJAUAN PUSTAKA
    Identifikasi karakteristik morfologis tumbuhan meliputi pencandraan pada akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Faktor penting saat awal mencandra adalah menentukan perawakan (habitus) tumbuhan tersebut. Habitus tersebut meliputi pohon, semak, atau herba. Setelah itu dilanjutkan dengan panjang umurnya, misalnya setahun, dua tahun, atau tumbuhan menahun. Tempat yang dapat bersesuaian dengan tumbuhan tersebut juga dapat dijadikan bahan deskripsi, sebagai aspek ekologi, misalnya hidup di rawa, sepanjang pantai, iklim yang cocok dan lainnya (Muhfahroyin 2017).
      Padi (Oryza sativa L.) termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas – ruas ini merupakan bumbung kosong yang ditutup oleh buku dan panjang ruasnya tidak sama.Ruas yang terpendek berada di pangkal batang, ruas yang kedua dan seterusnya lebih panjang dari ruas-ruas yang lebih bawah. Buku bagian bawah dari ruas, tumbuh daun pelepah yang membalut ruas sampai buku bagian atas.Tepat pada buku bagian atas ujung daun pelepah meperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi ligule (lidah) daun, dan bagian yang terpanjang dan terbesar menjadi helaian daun.Daun pelepah itu menjadi ligule dan pada helaian daun terdapat dua embel sebelah kiri dan kanan yang disebut auricular.Auricular dan ligule yang kadang-kadang berwarna hijau dan ungu dapat digunakan sebagai alat untuk mendeterminasi dan identifikasi suatu varietas.Daun pelepah yang membalut ruas yang paling atas batang umumnya disebut daun bendera.Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi ligule dan daun bendera, disitulah timbul ruas yang menjadi bulir padi (Rosadi 2013).
        Bunga padi secara keseluruhan disebut malai yang merupakan bunga majemuk.Malai terdiri dari dasar malai serta tangkai malai atau seumbu malai bercabang primer yang menghasilkan cabang sekunder, tangkai bunga, dan bunga.Setiap unit bunga dinamakan bulir atau spikelet.Sebelum bunga keluar, dibalut oleh seludang yang sebenarnya pelepah daun terakhir atau daun bendera.Varietas padi hanya menghasilkan satu malai untuk anakan, tetapi ada beberapa varietas padi lokal yang mampu menghasilkan malai lebi dari satu, namun pertumbuhan malainya tidak sempurana (Harja 2015).
        Mencandra batang tumbuhan dapat dimulai dengan mengamati ada tidaknya batang pokok, jauh atau dekatnya mulai ada percabangan, adanya akar banir, cara percabanaganya, dan lainnya. Arah tumbuh tegak batang, misalnya berbaring, merayap, memanjat, membelit, atau lainnya. Bentuk dan sifat-sifat lainnya, misalnya bulat, persegi, segi tiga, lunak, bekayu, atau berair. Ukuranya dan ruas-ruas yang ada pada batang tersebut. Adanya alat-alat lain misalnya duri, rambut, sayap, rigi-rigi, kelenjar, lentisel, bergetah atau tidak, dan lainnya. Cabang dari batang dapat dideskripsikan seperti pada deskripsi batang tumbuhan (Herawati dan Yuniati 2014).
     Pencandraan merupakan teknik penggambaran sifat-sifat tumbuhan dalam tulisan verbal yang dapat dilengkapi denga gambar, data penyebaran, habitat, asal-usul, manfaat dari golongan tumbuhan yang dimaksud.Identifikasi tumbuhan, biasanya dimulai dari sel-sel tumbuhan yang menyusun jaringan organ, sistem organ, dan satu individu tumbuhan yang lengkap.Bagian-bagian yang merupakan struktur pokok morfologi tumbuhan yang dapat diamati adalah akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji (Suweta 2013).
      Penyandraan atau deskripsi tanaman merupakan suatu panduan untuk mengetahui apakah tanaman tersebut tahan terhadap hama dan penyakit,adaptif terhadap lingkungan atau tidak, dengan begitu diharapkan dalam budidaya tanaman kita lebih mengetahui hal-hal yang harus diperhatikandalam budidaya sehingga tanaman yang dibudidayakan tumbuh dengan baik.Deskripsi atau penyandraan dapat membantu dalammenguji kemurnian suatu benih.Kemurnian benih dinilai berdasarkan sifat-sifat morfologi yang tampak.Hal tersebut dapat menjadi langkah awal dalam penyediaan benih bermutuyang bertujuan mendapatkan varietas unggul. Kegiatan pencandraan mengenaisifat tanaman penting karena semakin beragam jenis atau varietas suatutanaman, kegiatan penyandraan akan memudahkan para pemulia tanamandalam merakit varietas-varietas baru karena data tentang sifat yang diperlukantelah tersedia. Penyandraan suatu varietas dari suatu jenis tanaman sangat penting diketahui sebelum melakukan tindakan selanjutnya pada bidang pemuliaan tanaman (Kasno 2014).
     Pencandraan tumbuhan ini sangat bermanfaat untuk penelitian dan pengembangan khasanah tumbuhan dan dunia pembelajaran. Hasil pencandraan menunjukkan bahwa setiap jenis tumbuhan memiliki persamaan dan perbedaan karakteristik. Ahli-ahli tumbuhan telah mengidentifikasi dan memberi nama terhadap sebagian tumbuhan dan telah mencandra untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Identifikasi secara morfologis melalui pencandraan tumbuhan untuk mempermudah dalam dunia pengetahuan (Muhfahroyin 2017).
     Kegiatan pencandraan mengenai sifat tanaman penting karena semakin beragamnya jenis atau varietas dari suatu tanaman. Adanya deskripsi tanaman dari hasil pencandraan akan memudahkan para pemulia tanaman dalam merakit varietas-varietas yang baru karena data tentang sifat yang diperlukan telah tersedia. Deskripsi mengenai suatu varietas dari suatu jenis tanaman sangat penting diketahui sebelum melakukan tindakan selanjutnya pada bidang pemuliaan tanaman (Ulfah et al. 2015).
       Fungsi dari pencandraan untuk menunjukan adanya variabilitas pada tanaman.Melakukan seleksi dalamkegiatan pemuliaan tanaman, untuk membedakan keragaman yang ada pada tingkat spesies, serta sebagai langkah dalam pengamatan danidentifikasi plasma nutfah dengan berbagai sifat penting.Pencandraa nsecara visual dengan melakukan evaluasi juga dapat berfungsi agar kitamengerti morfologi suatu tanaman.misalnya dengan melihat bagaimana bentuk sistem perakarannya, bentuk daun, batang, bunga dan organ tubuhtumbuhan yang lainnya yang mendukung pertumbuhan
(Pantilul et al. 2012).
       Bunga dapat dicandra dengan mengamati letak di ujang batang atau di ketiak daun, susunan buah (tunggal atau majemuk). Cara penyerbukannya juga dapat dideskripsikan meliputi anemofili, entomofili, ornitofili, atau lainnya. Bunga memiliki beberapa bagian yang dapat dideskripsikan menurut jumlah, bentuk, susunan, warna, dan ciri lainnya. Bagian-bagian bunga yang dapat dicandra, diantaranya tangkai bunga, daun pelindung, daun-daun pembalut, kelopak, kelopak tambahan (jika ada), mahkota bunga, benang sari (pelekat tangkainya dan kepala sari), dan putik (bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik) (Yuliana et al. 2018).
     Setiap organ penyusun tumbuhan dapat dikatakan sebagai stuktur dengan fungsi yang berbeda. Identifikasi tumbuhan biasanya dimulai dari sel-sel tumbuhan yang menyusun jaringan, organ , sistem organ dan satu individu tumbuhan yang lengkap. Dalam mempelajari hal tersebut lebih diutamakan mengetahui bentuk luarnya, yang dikenal dengan morfologi tumbuhan.Bagian-bagian yang merupakan struktur pokok morfologi tumbuhan yang dapat diamati adalah akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji (Rosanti 2013).
     Pengetahuan tentang morfologi tanaman sangat dibutuhkan dalam pemuliaan tanaman untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang diinginkan. Karakter morfologi diamati berdasarkan pengamatan langsung melalui pencatatan data primer dan sekunder, dan pendokumentasian bagian- bagian tanaman dengan pemilihan sampel secara purposive random sampling (secara sengaja).Data disajikan dan dianalisis secaradeskriptif. Tanpa pengetahuan tentang morfologi tanaman ini akan sulitmelakukan rekayasa teknologi bahkan dalam hal memilih tanaman yang baik dan tanaman yang tidak bisa (Kusumawati 2010).

III. METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat Praktikum
     Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Oktober 2019 pukul 07.30 - 09.00 WIB bertempat di Laboratorium Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar

3.2. Bahan dan Alat
3.2.1. Bahan
  1. Padi (Oryza sativa)

3.2.2. Alat
  1. Kalkulator
  2. Penggaris
  3. Alat tulis

3.3. Langkah Kerja
  1. Mengamati bentuk umum tanaman (pohon, perdu, semak, rumput-rumputan) untuk satu rumpun tanaman
  2. Menghitung jumlah anakan padi (Oryza sativa)
  3. Menghitung jumlah malai per tanaman padi (Oryza sativa)
  4. Menghitung dan menjumlah panjang malai per tanaman padi (Oryza sativa)
  5. Menghitung jumlah bulir per malai tanaman padi (Oryza Sativa)
  6. Memasukkan data yang didapat ke tabel pengamatan


IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan 
Tabel 4.1. Jumlah Anakan Padi (Oriza sativa)
Tabel 4.2. Jumlah Malai per Tanaman Padi (Oriza sativa)
Tabel 4.3. Panjang Malai per Tanaman Padi (Oriza sativa)
Tabel 4.4. Jumlah Bulir per Malai Tanaman Padi (Oriza sativa)
Tabel 4.5. Jumlah Bulir per Malai Tanaman Padi (Oriza sativa)
Analisi data :
  • Jumlah anakan padi (Oryza sativa) : 29
  • Jumlah malai per tanaman padi (Oryza sativa) : 23
  • Jumlah Panjang malai tanaman padi (Oryza sativa) : 531,3 cm
  • Jumlah bulir per tanaman padi (Oryza sativa) : 2.772


4.2. Pembahasan
    Penyandraan terhadap suatu spesies tanaman merupakan salah satu hal penting dalam kegiatan pemuliaan tanaman, kususnya pada sub kegiatan variabilitas, seleksi dan hibridisasi. Penyandraan adalah teknik penggambaran sifat-sifat tanaman dalam bentuk tulisan, dimana dapat dilengkapi dengan menambahkan gambar, data penyebaran, habitat, asal usul dan manfaat dari golongan tumbuhan yang dimaksud. Penyandraan tanaman merupakan proses awal klasifikasi yang dilakukan dalam proses identifikasi antara makhluk hidup satu dengan yang lain. Penyandraan dilakukan dengan mengamati bentuk morfologi, anatomi dan fisiologipada makhluk hidup yang dijadikan objek. Menurut Murrinie et al (2010), penyandraan tanaman dilakukan dengan mengamati bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun, buah dan biji. Pengamatan bagian-bagian tanaman tersebut berguna untuk mengetahui tipe dari bagian tanaman.
     Manfaat dari pencandraan tanaman menurut Pantilul (2012) untuk menunjukan adanya variabilitas pada tanaman. Seleksi dalam kegiatan pemuliaan tanaman untuk membedakan keragaman yang ada pada tingkat spesies, serta sebagai langkah dalam pengamatan dan identifikasi plasma nutfah dengan berbagai sifat penting. Pencandraan secara visual dengan melakukan evaluasi juga dapat berfungsi agar kita mengerti morfologi suatu tanaman, misalnya dengan melihat bagaimana bentuk system perakarannya, bentu daun, batang, bunga dan organ tubuh tumbuhan yang lainnya yang mendukung pertumbuhan.
     Menurut Suprapto (2011), BagianPencandraan tanaman mencangkup beberapa bagian yaitu habitus (bentukfisik dalam keadaan hidup, bentuk hidup) meliputi herba, semak belukar, pemanjat, liana, penjalar, pohon. Jumlah bagian organ meliputi bagian tubuh tumbuhan hampir semuanya memiliki jumlah yang tetap sehingga dapat berfungsi jumlah yang tetap sehingga dapat berfungsi sebagai pembeda dalam identifikasi. Sebagai contoh tujuh helaian daun pada tumbuhan Alstonia scholaris, tiga  helai daun Pterocarpus santalinum dan Buteamonspermap, empat helaian daun pada Cassia absus. Tipe daun, jumlahbuah, tipe bunga, tinggi tanaman panjang daun, panjang batang dan lain-lain.
      Menurut Zhang et al. (2012), pengembangan padi varietas unggul adalah proses kompleks yang melibatkan perubahan biokimia dan modulasi banyak gen, tetapi baru sedikit yang diketahui tentang perubahan gen dan pengaturannya. Penelitian di bidang ini sampai saat ini baru sedikit yang telah dilaporkan. Variabel yang diamati dalam praktikum ini diantaranya, jumlah anakan padi, jumlah malai per tanaman padi, panjang malai per tanaman padi, jumlah bulir per malai tanaman padi, jumlah bulir per tanaman padi.Hasil pengamatan menunjukkan jumlah anakan padi adalah 29. Jumlah malai per tanaman adalah 23 dan jumlah panjang malai per tanaman padi adalah 531,3 cm dengan rata-rata 21,75 cm. Semakin banyak jumlah malai akan semakin pendek malainya. Panjang malai yang panjang akan mempengaruhi jumlah gabah yang diperoleh.
    Jumlah bulir per malai tanaman padi 84 dan 14 dari 23 malai padi masih belum bernas bulir padinya, mungkin karena tanaman padinya masih muda. Menurut Zebua (2016) , Bulir padi mempengaruhi ukuran biji.  Ukuran biji yang kecil ditandai dengan bulir padi yang kecil dan pendek (panjang 7-11 mm), sebaliknya ukuran biji yang besar ditandai dengan bulir padi yang besar dan panjang (panjang 12-16 mm).daun berukuran besar juga dengan panjang 150-350 cm.

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
     Berdasarkan berbagai pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  1. Pencandraan adalah teknik penggambaran sifat-sifat tanamandalam tulisan verbal yang dapat dilengkapi dengan gambar, datapenyebaran, habitat, asal-usul, dan manfaat dari golongantanaman yang dimaksud.
  2. Manfaat pencandraan tanaman dalam pemuliaan tanaman antaralain, adalah untuk menunjukkan adanya variabilitas padatanaman, untuk melakukan seleksi dalam kegiatan pemuliaantanaman, untuk membedakan keragaman yang ada pada tingkatspesies, serta sebagai langkah dalam pengamatan dan identifikasiplasma nutfah dengan berbagai sifat penting
  3. Semakin banyak jumlah malai akan semakin pendek malainya. Panjang malai yang panjang akan mempengaruhi jumlah gabah yang diperoleh.

5.2. Saran 
     Saran untuk praktikum Penyandraan Tanaman adalah praktikan harus lebih fokus dalam pengisian tabel dan analisis data karena data yang digunakan banyak. 

DAFTAR PUSTAKA
Harja Z. 2015. Budidaya padi pada lahan maerjinal. Yogyakarta (ID) : ANDI
Herawati L dan Yuniati E. 2014. Kajian etnobotani tumbuhan obat masyarakat etnik Lauje di Desa Tomini Kecamatan Tomini Parigi Mautong Sulawesi Tengah. J Biocelebes 8 (2).
Kasno A, Didik H. 2014. Karakteristik varietas unggul kacang tanah dan adopsinya oleh petani. J Iptek Tanaman Pangan 9(1): 13-23
Kusumawati A, Iskandar L, Heni P. 2010. Analisis pertumbuhan varietas kacang tanah akibat pemberian konsentrasi paclobutrazol. J Jerami 3(1): 158-165
Muhfahroyin. 2017. Pencandraan tumbuhan berbasis prototype hutan pembelajaran. Lampung: (ID) Laduny.
Murrinie D, Endang. 2010. Analisis pertumbuhan tanaman kacang tanah dan pergeseran komposisi gulma pada frekuensi penyiangan dan jarak tanam yang berbeda. J Penelitian 2(2):1-15
Rosadi F N. 2013. Studi morfologi dan fisiologi galur padi (Oryza sativa L.) toleran kekeringan. Bandung (ID) : IPB Press
Supranto. 2011. Statistik teori dan aplikasi. Yogyakarta (ID): Kanisius.
Suweta, 2013. Revitalisasi istilah tumbuh-tumbuhan langka dalam pengajaran bahasa  Bali sebagai upaya pelestarian  lingkungan  hidup (kajian ekolinguistik). Jurnal Bumi Lestari. Vol 13 (1) : 209
Ulfah M, Rahayu P, Dewi LR. 2015. Kajian morfologi tumbuhan pada spesies tanaman lokal berpotensi penyimpan air: konservasi air di Karangmanggis, Boja, Kendal, Jawa Tengah. J Biodiversitas Indonesia 1 (3): 418-422. 
Yuliana T, Syafrizal, Hariani N. 2018. Morfologi polen vegetasi mangrove di Desa Salo Palai Kec. Muara Badak Kab. Kutai Kartanegara. J Pendidikan Matematika dan IPA 9 (1): 40-46.
Zebua LI, Eko BW. 2016. Pengetahuan tradisional masyarakat Papua dalam mengenali, mengklasifikasi dan memanfaatkan pandan buah merah (Pandanus conoideus Lam). J Biologi Papua 8(1): 23-37
Zhang J, Liang S, Duan J, Wang J, Chen S, Cheng Z, Zhang Q, Liang X, Li Y. 2012. De novo assembly and characterisation of transcriptome during seed development and generation of genic-SSR markers in Peanut (Arachis hypogaea L.). J BMC Genomics 13 (1): 1-6.

Post a Comment

© super mipa. All rights reserved.